Lentera Takjub – Semua luka pada akhirnya mungkin akan memudar, atau hilang. Namun, ketika rasa sakit itu pergi, bukan berarti semua penderitaannya ikut lenyap.
Band metal kristen yang sedang berseteru dengan Netflix terkait kemiripan nama, Demon Hunter membawa perasaan itu dalam The Pain In Me Is Gone, lagu yang dirilis pada 6 Agustus 2025 dan kemudian masuk dalam album There Was A Light Here.
Lagunya bercerita tentang seseorang yang telah menyembuhkan lukanya, namun menyadari bahwa orang yang dicintainya masih terjebak penderitaan yang merupakan dampak dari luka tersebut.
Itu mengapa, kalimat “rasa sakit di diriku telah pergi,” yang menjadi judul lagu ini, dilanjutkan dengan sebuah pertanyaan tulus yang dalam, “apa yang bisa kulakukan untuk membantumu melaluinya?”
Dalam penceritaan lagunya, keingian tersebut pun lantas berwujud menjadi sebuah tekad baru, yakni untuk ada bersamanya.
“Aku akan melindungimu dari bahaya, jika hanya itu yang bisa kulakukan.”
Menjelang akhir, lagu ini menjadi semakin personal ketika sang penyanyi mengakui bahwa rasa sakit orang yang dicintainya ikut memengaruhi dirinya.
“Sulit berfokus pada kesedihanku sendiri ketika semua kekhawatiranmu telah terikat dengan kekhawatiranku.”
Pada akhirnya, The Pain In Me Is Gone bukan hanya tentang sembuh dari luka, tetapi tentang bagaimana sebuah luka itu bisa memiliki dampak bagi orang-orang di sekitarnya.
Dan kesadaran untuk ikut serta menanggung dan menyembuhkan dampaknya, mengingatkan kita akan Galatia 6:2 yang berkata, “Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu!”
Lirik The Pain In Me Is Gone — Demon Hunter (Terjemahan Bahasa Indonesia)
The pain in me is gone
(Rasa sakit di diriku telah pergi)
As I pass it on to you
(Saat aku meneruskannya kepadamu)
Am I right in feeling wrong?
(Apakah aku benar karena merasa bersalah?)
Can we cauterize our wounds?
(Bisakah kita menutup luka-luka kita?)
And my love for you is true
(Dan cintaku kepadamu sungguh nyata)
I couldn’t drag you along
(Aku tak sanggup menyeretmu bersamaku)
Through this agony, so blue
(Melewati penderitaan yang begitu kelam)
My solitude is not what it used to be
(Kesendirianku tak lagi seperti dulu)
How do I help you carry on?
(Bagaimana aku membantumu untuk terus melangkah?)
I will shelter you from harm
(Aku akan melindungimu dari bahaya)
If it’s all I ever do
(Jika hanya itu yang bisa kulakukan)
Will you ever see the proof?
(Akankah kau pernah melihat buktinya?)
I won’t just veil it in a song
(Aku tak akan sekadar menyembunyikannya dalam sebuah lagu)
I will say it right to you
(Aku akan mengatakannya langsung kepadamu)
I weighed the guilt of my tomorrow
(Aku menimbang rasa bersalah atas hari esokku)
And all the pain behind your eyes
(Dan seluruh rasa sakit di balik matamu)
So hard to focus on my sorrow
(Sulit bagiku berfokus pada kesedihanku)
When all your worry’s bound with mine
(Saat semua kekhawatiranmu terikat dengan kekhawatiranku)
The pain in me is gone
(Rasa sakit di dalam diriku telah pergi)
How do I help you carry on?
(Bagaimana aku membantumu untuk terus melangkah?)