Menelusuri Jejak Alkitab di Yordania: 12 Destinasi yang Layak Dikunjungi

Lentera Takjub – Yordania menyimpan jejak panjang sejarah Alkitab yang melintasi Perjanjian Lama hingga Perjanjian Baru. Bentang alamnya, mulai dari Sungai Yordan, kawasan pegunungan, hingga wilayah di sekitar Laut Mati, menjadi latar bagi berbagai kisah tentang perjalanan bangsa Israel, pelayanan para nabi, serta kehidupan dan pelayanan Yesus yang dikenang dalam tradisi Kristen.

Warisan tersebut dapat dijumpai melalui situs-situs arkeologi, gereja kuno, mosaik bersejarah, dan tempat-tempat yang selama berabad-abad dihormati sebagai lokasi penting dalam sejarah iman.

Sebagian memiliki peninggalan arkeologis yang dapat ditelusuri, sementara sebagian lainnya dikenal melalui tradisi keagamaan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Perbedaan ini justru membuat perjalanan di Yordania menarik, karena pengunjung tidak hanya diajak melihat tempat-tempat bersejarah, tetapi juga memahami bagaimana kisah Alkitab, tradisi gereja, dan sejarah kawasan tersebut saling berkaitan.

Bagi peziarah Kristen, mengunjungi situs-situs ini bukan semata-mata perjalanan untuk menyaksikan lokasi yang disebut atau dikaitkan dengan Alkitab. Perjalanan tersebut juga dapat menjadi kesempatan untuk mendalami konteks geografis dan sejarah di balik kisah-kisah Kitab Suci, mengenal jejak komunitas Kristen pada masa awal, serta merenungkan pesan iman yang tetap hidup hingga kini.

Lantas, situs-situs biblis apa saja yang dapat dikunjungi di negara Timur Tengah ini? Berikut 12 destinasi di Yordania yang layak masuk dalam daftar perjalanan bagi pencinta sejarah Alkitab dan wisata rohani.

Sumber Foto: Wikipedia
Sumber Foto: Wikipedia

1. Al-Maghtas, Lokasi yang Dikaitkan dengan Pembaptisan Yesus

Lokasi: Tepi timur Sungai Yordan, dekat Laut Mati.

Al-Maghtas merupakan salah satu destinasi ziarah Kristen terpenting di Yordania. Kawasan ini dikenal dalam tradisi Kristen sebagai Bethany beyond the Jordan, yang dikaitkan dengan tempat Yesus dibaptis oleh Yohanes Pembaptis.

Peristiwa pembaptisan Yesus dicatat dalam Matius 3:13–17. Peristiwa tersebut menjadi salah satu momen penting dalam kehidupan dan pelayanan Yesus.

Al-Maghtas telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Kawasan ini memiliki peninggalan arkeologis yang berkaitan dengan praktik pembaptisan dan kehidupan keagamaan Kristen pada masa awal.

Pemerintah Yordania juga mengembangkan fasilitas dan layanan bagi peziarah, termasuk persiapan menuju 2030, yang menjadi momentum peringatan 2.000 tahun pembaptisan Yesus menurut kronologi yang digunakan dalam inisiatif tersebut.

Bagi wisatawan Kristen, Al-Maghtas menjadi salah satu tempat utama untuk memahami tradisi pembaptisan dan mengenal lanskap Sungai Yordan yang memiliki peran penting dalam kisah-kisah Alkitab.

Sumber Foto: Royal Jordan
Sumber Foto: Royal Jordan

2. Gunung Nebo, Tempat Musa Memandang Tanah Perjanjian

Lokasi: Dekat Madaba, Yordania bagian barat.

Gunung Nebo memiliki kedudukan penting dalam tradisi Yahudi dan Kristen. Menurut Ulangan 34:1–5, Musa naik ke Gunung Nebo dan diperlihatkan Tanah Perjanjian sebelum meninggal dunia.

Dari kawasan ini, pengunjung dapat menikmati pemandangan Lembah Yordan dan Laut Mati. Pada kondisi cuaca tertentu, wilayah di sekitar Yerusalem juga dapat terlihat dari kejauhan.

Gunung Nebo memiliki kompleks gereja yang menyimpan peninggalan dari masa Bizantium, termasuk mosaik-mosaik kuno. Situs ini juga berkaitan dengan tradisi ziarah Kristen dan penelitian arkeologi yang dilakukan para Fransiskan.

Selain menikmati pemandangan, pengunjung dapat mempelajari kisah perjalanan bangsa Israel menuju Tanah Perjanjian dan merenungkan pesan tentang kesetiaan Tuhan dalam perjalanan iman.

Sumber Foto: Tourist Israel
Sumber Foto: Tourist Israel

3. Madaba, Kota dengan Peta Tanah Suci dari Abad Keenam

Lokasi: Sekitar 30 kilometer di selatan Amman, ibu kota Yordania.

Madaba dikenal karena kekayaan mosaik bersejarahnya. Salah satu peninggalan paling terkenal berada di Gereja Ortodoks Yunani Santo Georgius, yaitu Peta Madaba.

Mosaik dari abad keenam tersebut menggambarkan wilayah Tanah Suci dan berbagai lokasi penting dalam sejarah Alkitab. Yerusalem menjadi salah satu bagian utama yang ditampilkan.

Peta Madaba memberikan gambaran tentang bagaimana umat Kristen pada masa Bizantium memahami dan menggambarkan wilayah yang berkaitan dengan kisah-kisah Alkitab.

Bagi wisatawan, kunjungan ke Madaba dapat menjadi kesempatan untuk melihat perpaduan seni, sejarah, dan tradisi Kristen yang berkembang selama berabad-abad.

Sumber Foto: Jordan Private Tours and Travel
Sumber Foto: Jordan Private Tours and Travel

4. Machaerus atau Mukawir, Benteng yang Dikaitkan dengan Yohanes Pembaptis

Lokasi: Bukit Mukawir, di sebelah timur Laut Mati.

Machaerus merupakan situs benteng peninggalan zaman Herodes yang berdiri di atas bukit dengan pemandangan luas ke arah Laut Mati.

Menurut tradisi Kristen, tempat ini dikaitkan dengan pemenjaraan dan pemenggalan kepala Yohanes Pembaptis atas perintah Herodes Antipas. Kisah tersebut diceritakan dalam Markus 6:17–29 dan Matius 14:3–12.

Reruntuhan benteng dan lanskap berbatu menjadikan Machaerus sebagai destinasi menarik bagi pengunjung yang ingin memahami latar sejarah di balik kisah-kisah Injil, termasuk untuk merenungkan keberanian Yohanes Pembaptis dalam menyampaikan pesan kenabian.

Sumber Foto: Facebook/Petra Jordan: A Wonder of the World

5. Jerash, Kota Kuno dengan Peninggalan Gereja Kristen

Lokasi: Kota Jerash, sekitar 50 kilometer di utara Amman.

Jerash, yang dikenal pada zaman kuno sebagai Gerasa, merupakan salah satu kota peninggalan Romawi yang paling terawat di Timur Tengah.

Kota ini memiliki jalan-jalan berpilar, alun-alun, gerbang monumental, teater, serta berbagai bangunan kuno. Selain peninggalan Romawi, Jerash juga menyimpan sisa-sisa gereja dan basilika dari masa awal perkembangan Kekristenan.

Peninggalan tersebut menunjukkan bahwa komunitas Kristen pernah berkembang di kota ini dan membangun tempat ibadah yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat pada masa Bizantium.

Jerash cocok dikunjungi oleh wisatawan yang ingin mengenal perkembangan komunitas Kristen pada zaman kuno sekaligus menikmati kekayaan arsitektur dan sejarah kawasan tersebut.

Sumber Foto: Atlas Tours
Sumber Foto: Atlas Tours

6. Gadara atau Umm Qais, Kota Kuno di Kawasan Dekapolis

Lokasi: Umm Qais, bagian utara Yordania.

Gadara merupakan salah satu kota dalam kawasan Dekapolis, yaitu kelompok kota-kota Helenistik dan Romawi di wilayah Levant. Saat ini, situs tersebut dikenal sebagai Umm Qais.

Pengunjung dapat melihat reruntuhan bangunan kuno, jalan berpilar, teater, serta peninggalan dari berbagai periode sejarah. Kawasan ini juga menawarkan pemandangan ke Danau Galilea dan wilayah sekitarnya ketika cuaca mendukung.

Gadara membantu wisatawan memahami lingkungan sosial dan geografis pada zaman Perjanjian Baru. Namun, hubungan langsung antara situs ini dan peristiwa tertentu dalam Injil perlu dijelaskan secara hati-hati karena identifikasi beberapa lokasi Alkitab masih menjadi bahan pembahasan.

Bagi pencinta sejarah, Umm Qais menawarkan pengalaman menyusuri kota kuno yang pernah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat di kawasan tersebut.

Bersambung. Baca kelanjutan artikelnya di sini.

Sumber utama: AsiaNews, laporan mengenai strategi Yordania mengembangkan 34 situs yang berkaitan dengan sejarah Kristen dan kepentingan biblis. Informasi mengenai status warisan dunia dan latar sejarah destinasi dapat ditelusuri melalui UNESCO World Heritage Centre dan pengelola resmi situs di Yordania.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!