Lentera Takjub – Lebih dari dua tahun telah berlalu sejak aktor Hollywood Denzel Washington dibaptis di Kelly Temple Church of God in Christ, Harlem, New York. Namun hingga kini, momen tersebut masih dikenang sebagai salah satu kesaksian iman yang paling menyentuh dari seorang figur publik dunia.
Semuanya terjadi saat Denzel sedang bersiap menjelang ulang tahunnya yang ke-70 pada Desember 2024 lalu.
Dengan penuh keteguhan hati, aktor legendaris itu mengambil langkah penting dalam perjalanan rohaninya, yakni menerima baptisan dan memperoleh lisensi sebagai seorang minister (pelayan gereja).
“Memang butuh waktu yang lama, tetapi akhirnya saya sampai di sini.” Ujarnya selepas acara pembaptisan.

Dalam pidatonya, Denzel juga mengenang sebuah pengalaman saat usianya sekitar 20 tahun. Tepatnya ketika ia berada di salon milik ibunya, di mana ada seorang perempuan bernama Ruth Green yang menghampiri dan berkata,
“Nak, suatu hari nanti kamu akan berkeliling dunia dan memberitakan firman Tuhan kepada jutaan orang.”
Denzel mengaku, kata-kata tersebut saat itu terdengar sulit dipercaya.
Namun, puluhan tahun kemudian, Denzel melihat bagaimana Tuhan bekerja melalui perjalanan hidupnya. Bukan hanya lewat film-film yang dibintanginya, tetapi juga melalui keberaniannya membagikan iman kepada publik.

Mempertahankan iman di tengah kepopuleran
Dalam sebuah wawancara, Denzel pernah mengungkapkan bahwa menjadi orang beriman di dunia hiburan bukanlah hal yang mudah.
“Berbicara tentang iman bukanlah sesuatu yang dianggap keren atau populer di Hollywood. Namun itu bukan berarti orang-orang di sana tidak percaya kepada Tuhan.” Ungkapnya.
Itu mengapa, Denzel memilih tetap bersaksi tentang Kristus, meski sadar bahwa tidak semua orang akan menerima pandangannya. Baginya, iman kepada Tuhan jauh lebih berharga daripada pengakuan dunia.
Kini, hampir menjelang tiga tahun setelah baptisannya, kesaksian Denzel Washington masih terus menginspirasi banyak orang.
Kisahnya mengingatkan bahwa tidak ada kata terlambat untuk datang kepada Tuhan, seperti yang tertulis dalam Pengkhotbah 3:11, “Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya.”
Tak hanya itu, Denzel juga memberi kita satu pemahaman baru, bahwa sebesar apa pun pencapaian seseorang, ia akan tetap membutuhkan kasih karunia Tuhan.