Temuan di Lereng Ararat: Apakah Ini Sisa Bahtera Nuh?

Lentera Takjub – Di pegunungan Turki, tepatnya di dekat Gunung Ararat, terdapat sebuah formasi tanah berbentuk perahu yang telah lama menarik perhatian banyak pihak. Formasi ini dikenal dengan nama Durupınar Formation.

Baru-baru ini, sekelompok peneliti yang dipimpin oleh Andrew Jones, pendiri Noah’s Ark Scans, menyatakan bahwa mereka menemukan sejumlah tanda yang memperkuat klaim bahwa situs tersebut merupakan sisa-sisa Bahtera Nuh.

Mengutip dari Dailystar, para peneliti menggunakan teknologi laser dan survei radar untuk memeriksa bagian dalam formasi tersebut. Hasilnya menunjukkan adanya lapisan-lapisan struktural, garis-garis lurus, sudut-sudut yang rapi, serta ruang-ruang berongga di berbagai kedalaman.

Mereka juga menemukan indikasi ruang, lorong, dan terowongan. Salah satu temuan yang disoroti adalah adanya lapisan bawah tanah tebal yang terbagi menjadi tiga bagian. Temuan ini mereka bandingkan dengan perintah Tuhan dalam Kitab Kejadian yang meminta Nuh membangun bahtera dengan tiga tingkat.

Andrew Jones, yang telah meneliti kawasan ini selama hampir 30 tahun, menyatakan bahwa baik survei radar maupun pengeboran yang dilakukan di dalam formasi tersebut, tidak menemukan batugamping atau batuan dasar yang padat. Menurutnya, hal ini seharusnya mampu mematahkan anggapan bahwa formasi tersebut hanyalah bongkahan batuan yang dibentuk secara alami oleh gletser dan pelapukan.

Sebelumnya, survei radar pertama yang cukup besar sempat dilakukan pada tahun 2019. Saat itu terdeteksi sejumlah pola linier dan bersudut yang ditafsirkan sebagai kemungkinan dinding, lorong, dan ruang terpisah.

Pemeriksaan yang lebih mendalam kemudian dilakukan pada tahun 2026 oleh Dr. Khosrow Bakhtar. Hasilnya, hampir serupa dengan apa yang diungkap Andrew Jones, bahwa terdapat lapisan-lapisan besar di bawah tanah serta rongga-rongga yang terisi sedimen.

Lima anomali menonjol bahkan tampak membentuk sistem terowongan sepanjang sekitar 151 kaki, dengan tinggi struktur rata-rata lebih dari 14 kaki.

Saat ini, tim peneliti terus melakukan pemeriksaan lanjutan. Mereka sedang mencari jejak kayu yang membusuk di dalam formasi tersebut, untuk memperkuat temuan yang sudah ada.

Seperti diketahui, Bahtera Nuh sendiri merupakan sarana penyelamatan bagi Nuh, keluarganya, dan segala jenis binatang dari bencana air bah yang dahsyat. Beberapa kronologi Alkitab menempatkan peristiwa tersebut terjadi lebih dari 4.300 tahun yang lalu.

Satu tanggapan untuk “Temuan di Lereng Ararat: Apakah Ini Sisa Bahtera Nuh?”

  1. Sepertinya masih membutuhkan banyak penelitian untuk membuktikan kebenarannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!