The Resurrection of the Christ: Mel Gibson Siapkan Sekuel Ambisius dalam Dua Bagian

Lentera Takjub – Setelah hampir dua dekade menanti, sutradara The Passion of the Christ (2004), Mel Gibson akhirnya kembali ke dunia epik spiritual melalui sekuel yang hadir dalam dua bagian, yaitu The Resurrection of the Christ Part One dan Part Two.

Di bawah naungan perusahaan film Lionsgate, keduanya akan dirilis pada tahun 2027, dengan Part One tayang tepat pada Jumat Agung, 26 Maret, dan Part Two yang menyusul 40 hari kemudian, bertepatan dengan Hari Kenaikan, 6 Mei.

The Passion of the Christ dibintangi oleh Jim Caviezel sebagai Yesus dari Nazareth dan Monica Bellucci sebagai Maria Magdalena. Film ini mengisahkan 12 jam terakhir kehidupan Yesus sebelum penyaliban.

Dengan anggaran USD 30 juta, The Passion of the Christ meraih USD 370 juta di AS dan USD 610 juta secara global, menjadikannya salah satu film independen tersukses sepanjang masa. Film ini bahkan sempat memegang rekor film R-rated terlaris sebelum dikalahkan oleh Deadpool & Wolverine (2024).

Terkait sekuelnya, Mel Gibson menyebutnya sebagai sesuatu yang tidak bisa dibandingkan dengan film spiritual biasa. Dalam beberapa wawancara, ia menggambarkan skenarionya sebagai “acid trip” spiritual, yang penuh dengan lapisan realitas, dimensi surgawi, dan tafsir teologis.

Menurut Gibson, film ini bukan hanya tentang batu yang terguling dari kubur. Ini tentang apa yang terjadi di antara kematian dan kebangkitan, ruang waktu di mana Yesus dipercaya “turun ke alam maut” dan mengalahkan kuasa maut, sebuah kisah yang disebut dalam tradisi Kristen sebagai “Descensus Christi ad Inferos.”

Guna menyuguhkan semua ide itu, Gibson kembali bekerja sama dengan Randall Wallace (Braveheart) untuk penulisan skenarionya. Keduanya sudah bertahun-tahun mengembangkan konsep film ini, menyelami tidak hanya Alkitab tetapi juga sumber-sumber teologis lain seperti Kitab Wahyu, tulisan-tulisan Gereja mula-mula, dan penglihatan mistik dari berbagai tokoh Kristen.

Rencananya, Part One akan berfokus pada hari-hari awal kebangkitan, reaksi para murid, kekacauan di kalangan otoritas Yahudi dan Romawi, serta pengalaman-pengalaman supernatural.

Sementara Part Two, akan mengangkat peristiwa 40 hari Yesus setelah bangkit, termasuk perrtemuan dengan para murid, perjamuan di Emaus, dan akhirnya kenaikan ke surga.

Menurut laporan, naskah sekuel ini memiliki narasi yang lebih luas, simbolik, dan eksistensial dibanding film pertamanya yang sangat literal dan historis. Tidak menutup kemungkinan film ini juga akan menyentuh tema penghakiman, pengharapan eskatologis, dan implikasi kebangkitan bagi dunia modern.

Di departemen pemain, meskipun belum diumumkan secara resmi, Jim Caviezel telah beberapa kali mengisyaratkan keterlibatannya. Ia bahkan menyebut skenario sekuel ini sebagai “film terbesar dalam sejarah sinema.”

Rencana sekuel The Passion sendiri sebenarnya sudah bergulir sejak 2016, namun naskahnya terus direvisi demi akurasi teologis dan kekuatan narasi. Kini, dengan tanggal rilis yang telah ditetapkan, masyarakat luas pun semakin tak sabar menantikan film ini untuk segera hadir di seluruh dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!