Vokalis The Smashing Pumpkins Rela Kariernya Hancur demi Memuliakan Yesus Kristus

Lentera Takjub – Nyali Billy Corgan, vokalis legendaris Smashing Pumpkins, ternyata setangguh lagu-lagunya, terutama jika sudah menyangkut tentang Yesus Kristus.

Baru-baru ini, dalam podcast-nya, The Magnificent Others bersama Michael Sweet dari Stryper, ia menyatakan dengan terang benderang tentang imannya kepada Sang Juru Selamat.

Corgan menjelaskan, ini adalah sebuah keputusan pribadi, bahwa ia akan terus berbicara tentang Tuhan dengan jujur, meskipun tahu kebanyakan orang seangkatannya di dunia musik menghindari topik itu.

“Saya bahkan pernah bilang ke Rolling Stone bahwa ‘Tuhan adalah rel ketiga di dunia rock and roll’. (Memang), kalau kamu bicara tentang Tuhan, sama saja kamu membuang kariermu ke lubang,” kata Corgan.

Beruntung, nyali Corgan memang tidak kaleng-kaleng. Alih-alih menyembunyikan imannya, pelantun ‘Tonight Tonight’ itu memilih untuk terus menyampaikan kebesaran Yesus Kristus.

“Saya memutuskan untuk berbicara tentang Tuhan dengan jujur… setidaknya tentang Tuhan dalam hidup saya, atau keyakinan bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat saya. Dan kalau itu akan merugikan saya, saya tidak peduli.”

Rupanya, Corgan punya alasan tersendiri untuk keputusannya itu.

“Kalau saya sendiri tidak mau jujur tentang siapa saya, lalu apa yang saya minta dari fans untuk percaya?” tegasnya.

Sebenarnya. ini bukan kali pertama Corgan menyinggung soal iman. Lebih dari 20 tahun ia sudah berbicara tentang Tuhan, meski jarang sejelas ini.

Pada 2003, ia sempat merilis single “Jesus, I” bersama band barunya, Zwan, yang dibangun dari sebuah himne lama.

Ia juga pernah bercerita kepada Rolling Stone bahwa ayahnya berkata kepadanya kalau Tuhan tidak ada. Hal itu membuat Corgan yang saat itu berusia 8 tahun dan ibu tiri Katoliknya, sempat berhenti ke gereja, sebelum akhirnya disadarkan kembali oleh kebesaran Tuhan.

Kini, Corgan memilih untuk terus mengumumkan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, dan bersedia menanggung risikonya.

Di tengah industri musik yang sering menjauh dari pembicaraan tentang Tuhan, keputusan Corgan menjadi pengingat yang kuat, bahwa kejujuran tentang iman kadang memang terasa mahal. Tapi harga itu tetap lebih rendah dibanding harus menyembunyikan siapa dirinya di hadapan Kristus.

Ya! Billy Corgan memilih berdiri di “rel ketiga” itu. Dan ia melakukannya dengan mata terbuka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!