Keributan di Depan GKPI Tangerang Berakhir Damai, Semua Pihak Sepakat Menjaga Kerukunan

Lentera Takjub – Keributan yang terjadi di depan Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk Sepatan, Rajeg, Kabupaten Tangerang, berakhir damai setelah pihak-pihak yang terlibat menjalani mediasi.

Peristiwa tersebut sebelumnya menjadi perhatian setelah seorang pria bernama Aji Cahyono datang ke lokasi dengan membawa golok dan meminta kegiatan ibadah dihentikan.

Dikutip dari detikcom, mediasi digelar di Kantor Kecamatan Rajeg pada Minggu (20/9/2026) malam.

Pertemuan tersebut dihadiri Bupati Tangerang Maesyal Rasyid, Kapolresta Tangerang Kombes Andi M Indra Waspada, Staf Khusus Kementerian Agama Bidang Kerukunan Gugun Gumilar, Forkopimda Kabupaten Tangerang, Kementerian Agama, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta unsur Muspika Rajeg, tokoh masyarakat dan tokoh agama.

Dalam pertemuan tersebut, pihak yang menggeruduk lokasi dan pihak GKPI sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan dan tidak memperpanjang masalah.

Perwakilan jemaat GKPI, Hadi Sucipto, menyatakan pihaknya menerima penyelesaian secara damai.

Sementara itu, Aji Cahyono menyampaikan permohonan maaf kepada jemaat GKPI atas kejadian tersebut. Ia mengaku telah melakukan kekhilafan dan menyatakan tidak akan mengulangi perbuatannya.

Aji juga menyampaikan permohonan maaf secara langsung dalam pertemuan yang dihadiri Bupati Tangerang dan Kapolresta Tangerang.

“Dengan kekhilafan saya pribadi dengan kejadian tadi siang, saya menyesalinya dengan sebenar-benarnya. Jadi saya meminta maaf kepada pihak terkait jika apabila membuat resah atau membuat takut,” ujar Aji dalam video yang dikutip detikcom.

Kedua pihak kemudian menandatangani surat pernyataan kesepakatan sebagai bentuk penyelesaian secara kekeluargaan.

Selain itu, pemerintah daerah akan memfasilitasi pencarian tempat sementara bagi jemaat untuk melaksanakan ibadah sambil menunggu proses perizinan.

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengatakan penyelesaian melalui dialog menjadi langkah penting agar persoalan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga ketenangan, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas, serta menghormati kesepakatan yang telah dicapai bersama,” katanya.

Sebelumnya, video keributan tersebut viral di media sosial. Dalam rekaman yang beredar, Aji terlihat membawa golok, mengeluarkannya dari sarung, lalu menancapkannya ke tembok. Ia juga meminta agar tempat tersebut segera ditutup.

Setelah proses mediasi, kedua pihak sepakat menyelesaikan persoalan tersebut secara damai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *