Bagi Chris Pratt, Yesus-lah Guardian of the Galaxy yang Sebenarnya

Lentera Takjub – Pemeran Star-Lord di film Guardians of the Galaxy, Chris Pratt merupakan salah satu aktor yang berani menyatakan imannya kepada Yesus Kristus secara terang-benderang. Di hatinya, Yesus merupakan  penjaga galaksi yang sesungguhnya.

Dalam sebuah unggahan Instagram terbarunya, Pratt bahkan kembali menunjukkan bahwa imannya bukan sekadar pelengkap hidup, melainkan fondasi yang tak tergantikan.

Dalam video singkat dan jenaka bertajuk “Things I Can’t Live Without,” Pratt menyusun daftar 10 hal esensial dalam hidupnya. Urutan teratas diisi oleh hal-hal biologis seperti oksigen, organ tubuh, dan gravitasi. Namun yang menarik perhatian publik, adalah keberadaan satu nama yang tidak biasa muncul di daftar selebriti, yakni Yesus Kristus.

“Hanya yang penting-penting saja,” tulis Pratt di keterangan video tersebut, diikuti pertanyaan kepada para pengikutnya: “Apa yang tidak bisa kamu tinggalkan?”

Ini memang bukan kali pertama Chris Pratt menyebut Yesus secara terbuka. Dalam wawancara sebelumnya dengan The Christian Post, aktor berusia 46 tahun itu mengungkapkan bahwa dirinya memang sengaja menjadikan platform publiknya sebagai wadah untuk menyatakan iman, meski ia menyadari risikonya.

Bagi Pratt, iman bukanlah sesuatu yang disimpan diam-diam. Ia bahkan menyebut bahwa ia ingin anak-anaknya tumbuh dengan mengenal seorang ayah yang tak malu menunjukkan kasihnya kepada Tuhan, serta percaya pada kuasa doa serta anugerah Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.

“Saya cukup peduli pada Yesus untuk mengambil sikap, bahkan kalau itu berarti saya kehilangan segalanya,” ujarnya tegas. “Tapi saya tidak peduli. Itu sepadan.”

Momen yang mengubah segalanya

Perjalanan iman Pratt tidak datang tanpa pergumulan. Ia mengaku sempat bergumul dengan keraguan akibat “sifat manusia yang penuh dosa dan luka.” Namun segalanya berubah saat anak sulungnya lahir secara prematur pada 2012.

“Saat itu, saya membuat kesepakatan dengan Tuhan,” kenangnya. Putranya mengalami sejumlah komplikasi medis. “Tapi Tuhan menyelamatkan anak saya. Itulah momen ketika iman saya tertanam kuat. Hati saya melunak, iman saya mengeras.”

Sejak saat itu, Pratt memutuskan untuk menyerahkan karier dan pengaruh publiknya kepada Tuhan. “Platform ini bukan milik saya. Ini anugerah, dan saya ingin menggunakannya untuk menyatakan kebenaran.”

Iman di tengah kritik

Di tengah industri yang kerap skeptis terhadap ekspresi iman, Chris Pratt tak luput dari kritik. Namun ia memilih untuk merespons dengan doa dan kasih.

“Kalau orang tidak mengerti saya, saya akan doakan mereka,” ujarnya. “Lalu saya akan pulang dan bermain dengan anak-anak saya.”

Sikap ini pula yang ia tunjukkan ketika rumahnya selamat dari kobaran api saat kebakaran besar melanda California Selatan, sementara rumah-rumah di sekitarnya musnah.

“Berkat anugerah Tuhan, rumah kami masih berdiri,” ujarnya dalam video Instagram pada Januari lalu. Chris Pratt melihatnya sebagai tanda penyertaan ilahi.

“Kami percaya pada Tuhan dan menganggap semuanya sebagai berkat.”

Menjadi terang di tengah dunia

Kini, Chris Pratt menyadari panggilannya lebih dari sekadar aktor. Ia ingin jadi suara bagi mereka yang percaya, dan cahaya bagi mereka yang sedang mencari arah.

“Saya ingin orang yang melihat saya berkata, ‘Dia saja berani bersaksi. Saya juga mau berdiri hari ini dan mengakuinya.’”

Lewat cara yang sederhana namun tulus, dari daftar hal-hal yang ia tak bisa tinggalkan, hingga doa-doa dalam diam, Chris Pratt terus menyuarakan iman di tengah dunia yang bising.

Bagi banyak orang, mungkin itu sekadar video iseng di media sosial. Tapi bagi yang peka, itu adalah kesaksian. Karena kadang, cara paling kuat menyampaikan Injil… adalah dengan hidup yang jujur, dan hati yang tidak malu bersinar.

error: Content is protected !!