Conor McGregor Deklarasikan Imannya untuk Yesus Kristus

Lentera Takjub – Petarung UFC asal Irlandia, Conor McGregor, mengumumkan bahwa dirinya kini telah menyerahkan hidupnya kepada Yesus Kristus.

Kabar ini disampaikan olehnya saat kembali ke dunia pertarungan, setelah menjalani skorsing selama delapan belas bulan akibat tidak menghadiri beberapa tes doping.

Dalam konferensi pers pra-pertarungan, McGregor mengatakan bahwa dirinya telah menjalani masa refleksi dan mengalami perubahan besar secara rohani.

“Saya tidak ada di sini karena kebetulan. Ada kuasa yang lebih tinggi, Tuhan, yang menuntun perjalanan saya dan perjalanan kita semua,” ujar McGregor.

“Saya hidup dengan firman Tuhan. Saya telah menapaki perjalanan rohani, saya diselamatkan, saya disembuhkan.”

Beberapa tahun terakhir, McGregor banyak menghadapi sorotan publik akibat berbagai kasus hukum, termasuk tuduhan pelecehan seksual di Dublin yang membuatnya harus membayar ganti rugi kepada korban. Di tengah badai itu, McGregor mengaku mulai menoleh ke arah yang berbeda, yakni ke dalam dirinya sendiri.

Ia menyebut masa-masa tersebut sebagai titik balik spiritual dalam hidupnya.

“Saya banyak merenung. Saya tahu saya harus berubah, dan saya memilih untuk kembali kepada Tuhan,” katanya singkat.

Perubahan McGregor disambut positif oleh sejumlah tokoh dunia bela diri.

Pendiri Bare-Knuckle Fighting Championship, Dave Feldman, mengatakan langkah yang diambil McGregor patut diapresiasi.

“Banyak orang tahu mereka harus berubah, tapi tidak semua berani melakukannya. Saya salut pada Conor. Itu tidak mudah,” ujarnya.

Pada awal tahun ini, McGregor juga sempat hadir di sebuah acara pra-pelantikan yang digelar oleh organisasi Kristen konservatif Turning Point USA. Sejak saat itu, ia mulai lebih terbuka membicarakan tentang keyakinannya.

Kini, petarung yang dulu dikenal dengan sikap keras dan penuh kontroversi ini mengaku ingin menjalani hidup dengan cara yang baru, lebih tenang, terarah, dan berlandaskan iman.

Kisah Conor McGregor menjadi pengingat bahwa tidak ada yang terlalu jauh untuk dijangkau kasih Kristus. Dari ring pertarungan yang keras, ia kini melangkah ke arena baru, sebuah perjalanan iman yang mungkin justru akan menjadi pertarungan paling penting dalam hidupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!