Tuhan, Aku Lapar, Makanan Tak Terbeli, Tapi Aku Percaya!

Lentera Takjub – Malam ini, mungkin air mata Anda jatuh di depan meja kosong.

Melihat piring dan sendok yang masih bersih dan kering, serta ruangan dapur yang sunyi tanpa aroma masakan.

Tak ada yang mendidih di panci, tak ada nasi di rice cooker, tak ada uang di dompet, semuanya habis…

Tapi hebatnya, Anda tidak marah, meski lelah…

Satu hal yang tidak pernah padam di tubuh Anda walaupun disiksa lapar, yakni rasa percaya.

Dalam pergumulan, Anda mulai berdoa…

Ya, Tuhan, aku lapar.
Tapi aku masih percaya bahwa Engkau tidak pernah menutup mata.
Engkau tahu perihnya perut yang kosong,
Engkau tahu rasanya menatap anak yang berkata pelan, “Ma, nanti kita makan apa?”

Aku tidak marah, Tuhan.
Aku hanya ingin Kau tahu, aku masih berusaha bertahan, meski kadang lututku gemetar.
Karena aku tahu, Engkau masih di sini.
Engkau masih Bapa yang setia, walau kantongku kering dan dapurku sepi.

Firman-Mu berkata,

“Janganlah kamu kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum…”
(Matius 6:25)

Dan tiba-tiba aku diingatkan kembali, bahwa…

Engkau yang memberi makan burung di langit, yang menumbuhkan bunga tanpa mereka meminta, tentu tidak akan membiarkan aku mati kelaparan.

Anda benar…. Tuhan pernah memberi makan lima ribu orang hanya dengan lima roti dan dua ikan. Itu bukti, bahwa dari kekurangan pun Tuhan bisa menciptakan kelimpahan.

Jadi hari ini, saya temani Anda berdoa..

Dalam Nama Yesus, aku tidak akan kekurangan.
Dalam Nama Yesus, berkat sedang berjalan menuju rumahku.
Dalam Nama Yesus, Tuhan akan mencukupkan segala kebutuhanku tepat pada waktunya.

Sebab saya dan Anda tahu, setiap lapar yang kita tahan dengan iman, tidak pernah sia-sia di hadapan-NYA…

Lalu… Bagi yang membaca ini dalam keadaan kenyang…. Mari sisihkan sedikit waktu untuk berdoa.

Jamah mereka, Tuhan…
mereka yang menatap piring kosong,
mereka yang menahan lapar demi anak-anaknya,
mereka yang berdoa dalam gelap sambil menggenggam harapan terakhir.

Limpahkanlah makanan untuk mereka, dan hapus air mata mereka dengan urapan-MU yang membahagiakan. Amin.

Karena Tuhan Yesus baik… bahkan di tengah lapar yang menusuk, Ia sedang menyiapkan jamuan kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!