Lentera Takjub – Masa tua sering kali menjadi fase yang penuh tantangan. Bagi sebagian orang, usia senja bahkan dijalani tanpa kehadiran keluarga di sisi mereka. Namun, kasih Tuhan tetap dapat dirasakan melalui kepedulian dan pelayanan yang diberikan kepada mereka yang membutuhkan.
Semangat itulah yang hadir dalam kegiatan pendampingan rohani yang dipimpin Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Sumarni, di RSPLUT Giwangan (Panti Wreda Umbulharjo) pada Senin, 6 Juli 2026.
Kegiatan ini diikuti para lansia beragama Kristen dan Katolik yang tinggal di RSPLUT Giwangan, bersama perwakilan gereja serta para penyuluh agama Kristen dan Katolik Kementerian Agama Kota Yogyakarta. Suasana penuh kehangatan tampak mewarnai pertemuan yang menjadi ruang berbagi penguatan, doa, dan perhatian bagi para penghuni panti.
Menurut Sumarni, pendampingan tersebut bertujuan membangun kebersamaan di antara para lansia sekaligus memberikan dukungan rohani agar mereka tetap memiliki pengharapan dalam menjalani hari-hari di usia senja.
“Melalui pendampingan ini kami ingin menghadirkan penghiburan, memperkuat iman para lansia, sekaligus meningkatkan pelayanan dan pendampingan rohani bagi lansia Kristiani yang tinggal di RSPLUT Giwangan,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala UPT RSPLUT Giwangan, Fendy Widyanto, S.ST., bersama jajaran pengurus turut menjelaskan proses pelayanan yang diterapkan di panti. Mulai dari persyaratan penerimaan lansia, masa observasi dan asesmen, hingga upaya membantu para penghuni beradaptasi dengan lingkungan baru.
Pendampingan rohani juga menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Setiap penghuni mendapatkan perhatian sesuai kebutuhan spiritualnya agar mampu menjalani kehidupan di panti dengan lebih tenang, merasa diterima, dan tetap memiliki semangat untuk melanjutkan hidup.
Bagi banyak orang, pelayanan seperti ini mungkin terlihat sederhana. Namun bagi para lansia yang hidup jauh dari keluarga, sebuah sapaan hangat, doa bersama, dan perhatian yang tulus dapat menjadi pengingat bahwa mereka tetap berharga di mata Tuhan.
Alkitab mengingatkan, masa tua bukanlah akhir dari karya Allah dalam kehidupan seseorang. Dalam Mazmur 92:15, pemazmur berkata, “Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar.” Firman ini menjadi pengingat bahwa setiap orang tetap memiliki nilai dan tujuan hidup, sekalipun rambut telah memutih dan tenaga tidak lagi sekuat dahulu.
Melalui pelayanan yang dilakukan secara rutin setiap hari Senin, para penyuluh agama bersama gereja berharap para lansia tidak hanya memperoleh pendampingan sosial, tetapi juga mengalami penguatan iman yang menolong mereka menjalani hari-hari dengan damai dan penuh pengharapan.
Di tengah dunia yang sering mengagungkan usia muda dan produktivitas, pelayanan kepada para lansia menjadi pengingat bahwa kasih Kristus tidak mengenal batas usia. Setiap pelukan, doa, dan perhatian yang diberikan kepada mereka adalah wujud nyata dari kasih yang diajarkan Yesus kepada sesama.