Mantan Bintang Porno Bertobat, Kini Lawan Industri Pornografi

Lenteratakjub.com – Joshua Broome pernah menghabiskan tujuh tahun hidupnya di industri pornografi. Dari luar, hidupnya mungkin tampak glamor, namun sebenarnya penuh kehampaan, putus arah, dan hancur secara batin. Semua itu ia rasakan hingga pada 2013, ia meninggalkan dunia tersebut dan menemukan Yesus Kristus.

Sejak itu, hidup Broome berubah total. Ia membangun keluarga, menempuh pendidikan teologi, dan kini melayani sebagai pendeta. Pengalaman kelamnya justru dipakai Tuhan sebagai kesaksian bahwa kasih dan kuasa Injil sanggup memulihkan siapa pun.

“Allah tidak pernah menyia-nyiakan pengalaman hidup kita. Saat kita diselamatkan, kita terdorong untuk membagikan keselamatan itu kepada orang lain,” ungkap Broome, mengaitkan kisahnya dengan pertobatan Rasul Paulus yang dulu pernah menganiaya jemaat.

Dari Industri Gelap ke Panggilan Baru

Kini, Broome mengabdikan dirinya untuk mengingatkan masyarakat tentang bahaya pornografi. Bukan hanya bagi pelaku industri, tetapi juga bagi konsumen yang terpapar sejak usia dini. Ia menekankan, pornografi merusak cara pandang manusia tentang cinta, seksualitas, dan relasi.

“Anak-anak sekarang bisa terpapar sejak usia 8 tahun melalui gawai. Padahal, pada usia itu bagian otak yang mengatur emosi dan kontrol diri belum berkembang sempurna. Pornografi merusaknya,” jelasnya.

Baginya, isu ini bukan semata-mata moral, tetapi juga spiritual. Ia menyebut pornografi sebagai jebakan yang menodai gambar Allah dalam diri manusia dan merusak martabat pribadi.

Belakangan, Broome juga aktif mendorong lahirnya regulasi yang lebih ketat, termasuk aturan verifikasi usia untuk situs pornografi di Amerika Serikat. Ia menyambut baik keputusan Mahkamah Agung AS yang baru-baru ini menguatkan undang-undang di Texas terkait hal tersebut.

“Kalau Anda orang dewasa, Anda bisa saja memilih jalan yang salah. Tetapi seorang anak seharusnya tidak punya akses pada hal-hal yang merusak hidupnya,” katanya tegas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!