Lentera Takjub – Artis sekaligus musisi Onadio Leonardo, yang akrab disapa Onad, mengejutkan publik setelah diamankan pihak kepolisian terkait dugaan penyalahgunaan narkoba. Informasi ini dibenarkan langsung oleh Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ahmad David, yang menyatakan bahwa saat ini proses pemeriksaan terhadap Onad masih berlangsung.
Mengutip Liputan6.com, penangkapan bermula dari penggerebekan di kawasan Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Rabu malam (29/10/2025) sekitar pukul 19.00 WIB.
Dari lokasi pertama, satu orang diamankan. Penyelidikan kemudian dikembangkan hingga ke kawasan Trevista West Rempoa, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, tempat di mana Onad dan seorang wanita turut diamankan.
“Dari dua lokasi itu, total tiga orang kami amankan,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Brigjen Pol Ade Ary Syam Indradi kepada wartawan.
Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan satu lembar papir, satu klip kecil berisi batang ganja, satu boks kecil bekas ekstasi, serta tiga unit ponsel. Polisi menduga, sebagian barang bukti seperti ekstasi sudah dikonsumsi sebelum penangkapan berlangsung.
Ditangkap bersama sang istri
Saat ini, Onad bersama dua orang lainnya sedang menjalani pemeriksaan intensif di Polres Metro Jakarta Barat untuk pendalaman kasus lebih lanjut.
Belakangan diketahui, wanita berinisial B yang ditangkap bersama Onad adalah Beby Prisillia Gustiansyah, sang istri. Keduanya selama ini dikenal sebagai pasangan yang harmonis, meski berbeda keyakinan.
Onad diketahui beragama Katolik, sementara Beby memeluk Islam.
Dari Panggung Musik, Film, Dialog Iman dan Ujian Kehidupan
Di luar kasus yang menimpanya, Onadio Leonardo dikenal sebagai sosok yang terbuka dan reflektif terhadap isu-isu spiritualitas dan toleransi.
Perjalanan karier Onad sendiri tergolong panjang. Dimulai dari skena musik indie bareng band-nya, Killing Me Inside, lalu terjun ke ranah film, hingga akhirnya dikenal berkat keberaniannya berdialog dengan tokoh-tokoh lintas agama, termasuk Habib Ja’far.
Dalam berbagai kesempatan, Onad menuturkan bahwa perbedaan agama tidak seharusnya menjadi jurang pemisah, melainkan jembatan untuk saling memahami dan menghormati.
Diskusi-diskusi yang dilakukan Onad kerap mencuri perhatian publik. Dengan gaya khasnya yang santai namun jujur, Onad berani bertanya hal-hal yang sering dianggap tabu, seperti pandangan Islam terhadap pernikahan beda agama, makna iman, dan cara menjaga toleransi di tengah perbedaan.
Dalam setiap perbincangan itu, tampak bahwa Onad bukan sedang mencari agama baru, melainkan mencari pemahaman yang lebih dalam tentang makna keberagaman dan keimanan.
Bagi banyak orang, sisi lain Onad ini menjadi cerminan perjalanan spiritual yang menarik, seorang artis yang hidup di dunia gemerlap, namun masih haus akan makna hidup dan kedamaian batin.
Kini, sang musisi tengah berada di ujung ujian besar. Kasus yang menimpanya menjadi pengingat bahwa siapa pun bisa terjatuh dalam dosa.
Mengakhiri artikel ini, mari kita berdoa untuk Onad, semoga beliau bisa menemukan kembali jalan terang, memetik hikmah, dan terus menebarkan semangat toleransi, kedamaian, dan pertobatan seperti yang sering ia suarakan dalam setiap dialog lintas imannya.