Yesus yang Melampaui Waktu: Dia Ada Dahulu, Ada Sekarang, dan Akan Tetap Ada (Markus 9 Bagian 1)

Lentera Takjub — Kita hidup di dalam waktu. Dan waktu terus bergerak.

Ada kemarin yang tidak bisa kembali. Ada hari ini yang sedang kita jalani. Ada besok yang belum kita ketahui.

“Ketahuilah!” Kata Yesus, dari antara kalian disini ada yang tidak akan mati, sebelum melihat Allah memerintah dengan kuasa!” (Markus 9:1)

Ya! Bersiaplah…. Markus 9 akan membawa kita kepada sebuah peristiwa yang seolah membuat waktu berhenti. Tepatnya ketika Yesus (terpujilah nama-Nya), membawa Petrus, Yakobus, dan Yohanes naik ke sebuah gunung yang tinggi.

“Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendirian saja. Dan di depan mata mereka Ia berubah rupa.” (Markus 9:2)

Di tempat itu, “Pakaian-Nya menjadi sangat putih dan berkilat. Bahkan rasanya tak ada penatu satupun di dunia ini yang dapat mencuci seputih itu.” (Markus 9:3)

Saat itu, para murid tidak sedang melihat Yesus menjadi sesuatu yang baru, melainkan sedang melihat sekilas kemuliaan yang selama ini tersembunyi di balik tubuh manusia-Nya.

Lalu sesuatu yang jauh lebih mengejutkan terjadi, yakni ketika masa lalu berdiri di hadapan mereka.

Markus mencatat, “Maka nampaklah kepada mereka Elia bersama dengan Musa, keduanya sedang berbicara dengan Yesus.” (Markus 9:4)

Bayangkan.

Musa.

Elia.

Dua nama dari masa yang begitu jauh.

Mereka telah hidup berabad-abad sebelum para murid bertemu Yesus.

Namun sekarang mereka berdiri di sana. Berbicara dengan Yesus. Seolah-olah jarak ribuan tahun tidak berarti apa-apa.

Dan mungkin inilah salah satu hal paling indah dari peristiwa itu, kenyataan bahwa Yesus tidak terkurung oleh waktu seperti kita.

Di hadapan Yesus, Musa dan Elia muncul dan berbicara dengan-Nya. Sejarah seolah bertemu dalam satu titik. Dan titik itu adalah Yesus.

Yesus Sudah Ada Sebelum Kita Mengenal-Nya

Kita sering mengenal Yesus melalui kisah kelahiran-Nya di Betlehem. Namun kelahiran-Nya sebagai manusia bukanlah awal keberadaan-Nya.

Karena kenyataannya, Yesus tidak baru ada ketika Maria melahirkan-Nya.

Dia sudah ada.

Sebelum Petrus mengenal-Nya.

Sebelum Elia menjalankan pelayanannya.

Sebelum Musa memimpin bangsa Israel.

Dan karena itu, ketika Musa dan Elia berdiri bersama Yesus di atas gunung, kita seperti sedang melihat sebuah rahasia besar, bahwa Yesus bukan sekadar bagian dari sejarah. Dia adalah Tuhan yang hadir di dalam sejarah.

“Dengarkanlah Dia!”

Melihat perjumpaan akbar itu, Petrus begitu terpukau sampai ingin mendirikan tiga kemah, satu untuk Yesus, satu untuk Musa, dan satu untuk Elia.

Namun dalam ketakjuban dan kebingungan yang dirasakan para muridnya, sebuah awan tiba menaungi mereka, dan terdengar suara,

“Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia!” (Markus 9:7)

Para murid yang mendengarnya pun langsung melihat kembali ke sekitar, dan menemukan tak ada siapapun di situ yang bersama mereka, kecuali Yesus.

Dalam perjalanan pulang dari Gunung, Yesus kemudian memperingatkan mereka, ‘Jangan memberithukan kepada siapa pun apa yang kalian lihat tadi sebelum Anak Manusia dibangkitkan dari kematian.'” (Markus 9: 9)

Para murid pun mentaati pesan itu, meski ada pertanyaan di benak mereka, terkait maksud ucapan Yesus tadi.

Mereka lalu bertanya tentang Elia, dan Yesus menjelaskan bahwa Elia memang datang terlebih dahulu sebagaimana telah dinubuatkan. Dia juga mengingatkan bahwa Anak Manusia akan mengalami penderitaan dan diperlakukan sebagaimana yang telah tertulis.

Refleksi:

Markus 9 mengingatkan kita bahwa Tuhan tidak dibatasi oleh waktu.

Tuhan yang kita sembah bukan Tuhan yang hanya hebat dalam cerita masa lalu. Dia masih Tuhan yang sama.

Kalau Yesus sanggup menyembuhkan, menolong, dan melakukan perkara besar bagi umat-Nya dahulu, maka Dia juga sanggup melakukan perkara besar dalam hidup kita hari ini.

Jadi jangan gentar…

Dia hidup. Dia hadir. Dan Dia tetap Tuhan yang hebat.

Amen!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *