Lentera Takjub – Pameran khusus bertajuk Dead Sea Scrolls: The Exhibition akan dibuka di Museum of the Bible, Washington D.C., pada 22 November 2025. Pameran ini menghadirkan fragmen asli Gulungan Laut Mati, naskah tertua yang memuat teks Alkitab, yang jarang sekali ditampilkan di Amerika Serikat.
Diumumkan poleh pihak museum, lebih dari 200 artefak dari Koleksi Nasional Israel akan dibawa, termasuk fragmen gulungan yang dipamerkan secara bergiliran demi menjaga kondisinya. Pameran akan berlangsung hingga September 2026.
Gulungan Laut Mati sendiri adalah kumpulan naskah kuno yang ditemukan mulai tahun 1947 di gua-gua Qumran, dekat Laut Mati.
Naskah-naskah ini ditulis pada abad ke-3 sebelum Masehi hingga abad pertama Masehi, masa Bait Allah Kedua, dalam bahasa Ibrani, Aram, dan Yunani.
Isinya beragam, yakni hampir seluruh kitab dalam Alkitab Ibrani, teks doa dan nyanyian, tulisan hukum dan ritual, hingga aturan komunitas.
Sebagian besar ahli meyakini gulungan-gulungan ini berkaitan dengan komunitas Yahudi tertentu di Qumran yang sering dikaitkan dengan kelompok Essenes. Dengan demikian, mengutip biblicalarchaeology.org dan deadseascrolls.org.il, gulungan bukan hanya dokumen keagamaan, tetapi juga catatan hidup dan keyakinan masyarakat Yahudi pada era tersebut.
Rencananya, rotasi pertama pameran di Washington, dari November 2025 hingga Februari 2026, akan menampilkan fragmen Kejadian, Ayub, Mazmur, dan naskah Perang.
Sementara rotasi selanjutnya, menghadirkan teks seperti Yesaya, Bilangan, Ratapan, Kitab Yobel, hingga Damascus Document.
Selain gulungan, pengunjung juga dapat melihat artefak arkeologi penting dari Israel, seperti Batu Magdala yang ditemukan di sinagoga abad pertama di Galilea, fragmen perahu nelayan dari Danau Galilea yang diyakini sejenis dengan perahu pada masa Yesus, pecahan tembikar bertulisan dari Masada, serta benda-benda dari jalan peziarahan menuju Bait Allah di Yerusalem.
Pihak museum menyebut pameran ini sebagai satu-satunya kesempatan di pantai timur Amerika Serikat untuk melihat Gulungan Laut Mati dalam tur internasionalnya.
Bobby Duke, kepala kurator museum, mengatakan kesempatan ini sangat langka, di mana kita dapat melihat salinan tertua Kitab Suci dipamerkan bersama benda-benda yang membantu memahami dunia Alkitab.
Untuk memperkaya pengalaman, museum juga menyiapkan program edukasi, ceramah, dan kegiatan keluarga. Anak-anak dapat mengikuti permainan interaktif bertema penemuan gulungan dan proses pelestariannya.
Pameran ini bertepatan dengan peringatan 75 tahun penemuan Gulungan Laut Mati. Bagi para pengunjung, ini bukan hanya kesempatan melihat peninggalan arkeologi yang mendunia, tetapi juga memahami bagaimana teks kuno dari tepi Laut Mati tetap memberi dampak pada pemahaman iman hingga masa kini.