Lentera Takjub – Dua organisasi pelayanan global, Prison Fellowship International (PFI) dan Bible League International (BLI), mengumumkan kesepakatan kerja sama lima tahun untuk menyalurkan 620.000 Alkitab bagi narapidana di 20 negara.
Kesepakatan ini memperluas kolaborasi yang sudah berjalan sejak 2019, di mana lebih dari 570.000 Alkitab telah dibagikan kepada tahanan yang mengikuti program pembinaan rohani The Prisoner’s Journey. Program tersebut kini hadir di lebih dari 700 penjara di seluruh dunia, dengan tujuan memperkenalkan iman Kristen kepada para narapidana.
Mengutip laman resminya, alkitab yang didistribusikan bukan edisi biasa, melainkan versi khusus untuk pembaca di balik jeruji.
Alkitab ini tersedia dalam delapan bahasa, yang memuat 52 pelajaran studi, yang dirancang untuk menolong para napi menghadapi tantangan kehidupan di penjara, sekaligus menumbuhkan iman yang baru mereka kenal.
“Melalui kemitraan ini, narapidana yang mengenal Yesus lewat program pembinaan kami dapat terus bertumbuh dalam iman melalui Alkitab yang dapat mereka mengerti,” kata Frank Lofaro, Wakil Presiden Bidang Dampak Global PFI.
Sementara itu, Jonathan Adams, Senior Vice President Program Development BLI, menekankan bahwa kerja sama ini membuka jalan untuk menjangkau “sebagian dari orang-orang paling terpinggirkan di dunia dengan kebenaran Kitab Suci.”
Prison Fellowship International berdiri pada 1979, berjejaring dengan mitra pelayanan di berbagai negara untuk mendukung narapidana, keluarga mereka, serta korban kejahatan.
Bible League International, yang berdiri lebih dulu pada 1938, dikenal sebagai penyedia sumber daya Alkitab dan pelatihan pelayanan bagi gereja-gereja di komunitas kurang terlayani di berbagai belahan dunia.
Inisiatif baru ini menegaskan komitmen bersama bahwa firman Tuhan bukan hanya untuk mereka yang bebas, tetapi juga untuk mereka yang sedang menjalani hukuman, agar di balik jeruji pun ada kesempatan menemukan kebebasan sejati di dalam Kristus.