Lentera Takjub, Los Angeles – Di tengah sorotan dunia hiburan dan tekanan opini publik, Denzel Washington berdiri teguh sebagai sosok yang mengutamakan Tuhan di atas segalanya. Aktor legendaris pemenang dua Academy Awards ini menegaskan bahwa hidupnya tidak diukur dari popularitas atau penghargaan, melainkan dari iman yang teguh kepada Tuhan.
Dalam wawancara dengan Complex News, Denzel menanggapi isu “cancel culture” dengan tegas. “Apa artinya dihapus? Siapa peduli?” katanya.
“Kamu tidak bisa memimpin dan mengikuti pada saat yang sama. Aku tidak mengikuti siapa pun. Aku mengikuti Roh Surgawi. Aku mengikuti Tuhan, bukan manusia.”
Lebih lanjut, Denzel juga menunjukkan sikapnya terhadap penghargaan dunia, “Aku tidak melakukan ini untuk Oscar. Manusia yang memberi penghargaan, Tuhan yang memberi kehidupan. Itu yang penting.”
Baginya, semua pencapaian di dunia ini hanyalah sementara. Yang kekal adalah hubungan dengan Tuhan.
Perjalanan Iman yang Menginspirasi
Dibesarkan dalam keluarga Kristen, ayahnya Rev. Denzel Hayes Washington Sr. adalah pendeta Pentakosta, dan ibunya aktif dalam gereja.
Pengalaman yang paling membekas terjadi di sebuah gereja di Los Angeles, saat ia menyaksikan orang-orang diselamatkan dan dipulihkan melalui kuasa Tuhan.
“Hal-hal yang dulu kuucapkan di gereja sebagai anak kecil, sekarang kumengerti maknanya. Tuhan itu nyata. Tuhan itu kasih. Tuhan adalah jalan yang sejati,” ungkap Denzel.
Ia memastikan bahwa hidupnya adalah untuk memuliakan Tuhan dan menyampaikan kebenaran-Nya kepada setiap orang yang ia temui.
Teladan di Dunia yang Terpecah
Di tengah dunia yang penuh kebingungan dan konten negatif, Denzel menekankan pentingnya menonjolkan pengorbanan, iman, dan kepahlawanan sejati.
“Musuh selalu ada. Kita terpengaruh oleh hal-hal di luar kita, tetapi itu menegaskan apa yang ada di dalam hati kita,” katanya.
Menutup pernyataannya, Denzel Washington mengingatkan bahwa kekuatan sejati bukan dari penghargaan dunia, tapi dari komitmen mengikuti Tuhan.
Bahkan ketika dunia sekeliling menuntut sebaliknya.