Lentera Takjub, Magelang – Pada akhir 1980-an, Daniel Alamsyah, seorang pria asal Jakarta dimimpikan sebuah rumah doa berbentuk burung merpati di atas bukit hijau nan sunyi.
Ajaibnya, saat mengantar istrinya pulang kampung ke Magelang, ia menemukan bukit yang ada dalam mimpinya tersebut.
Di sanalah, di sebuah bukit yang kini dikenal sebagai Bukit Rhema, Daniel menuruti pesan dalam tidurnya itu dengan membangun rumah doa yang kini populer lewat nama Gereja Ayam.
Arsitektur Unik dan Sarat Makna
Meskipun terlanjur dikenal sebagai “ayam raksasa”, Daniel menegaskan bahwa bangunan ini sejatinya berbentuk burung merpati, simbol universal dari perdamaian dan kasih.
Menjulang dengan mahkota di kepalanya, bangunan megah ini memiliki tujuh lantai yang masing-masing menghadirkan ruang kontemplasi spiritual.
Awalnya, Bukit Rhema difungsikan sebagai rumah doa lintas iman, tempat ibadah sekaligus ruang meditasi.
Seiring waktu, kompleks ini menjadi multifungsi, bahkan sempat jadi pusat rehabilitasi bagi anak-anak berkebutuhan khusus, pecandu narkoba, hingga mereka yang mengalami gangguan mental.
Meski sempat ditutup pada tahun 2000 karena krisis, Gereja Ayam dibuka kembali pada 2014 dan menjelma menjadi magnet wisata setelah muncul di film “Ada Apa dengan Cinta? 2”.
Bentuknya yang tak lazim sekaligus artistik menjadikannya salah satu bangunan paling Instagramable di Jawa Tengah.

Pengalaman yang Tak Tertandingi
Berada di perbukitan Magelang, hanya beberapa menit dari Candi Borobudur, Bukit Rhema menawarkan lebih dari sekadar arsitektur unik.
Dari puncaknya, pengunjung bisa menikmati panorama alam yang menakjubkan. Mulai dari hamparan pegunungan Menoreh, kabut tipis yang menyelimuti desa-desa, dan matahari terbit yang menghadirkan suasana magis dan romantis.
Tidak heran, momen sunrise di sini menjadi pengalaman wajib bagi wisatawan, pasangan, hingga fotografer.
Selain mengunjungi Gereja Merpati Putih (nama sebenarnya dari Gereja Ayam), wisatawan di Bukit Rhema juga bisa menikmati kuliner khas Magelang di kafe yang terletak di area kompleks, berinteraksi dengan warga lokal, hingga bermalam di penginapan sekitar.
Bagi kamu yang mencari pengalaman autentik, spiritual, romantis, sekaligus estetik, Bukit Rhema adalah destinasi yang tak boleh dilewatkan saat berkunjung ke Jawa Tengah.