Lentera Takjub – Suasana hangat terasa di Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII) Bener, Jumat (21/11) sore, ketika sekitar 150 pemimpin gereja Kristen dan Katolik dari berbagai denominasi di Daerah Istimewa Yogyakarta, berkumpul bersama jajaran Polda DIY.
Pertemuan yang berlangsung dari pukul 16.30 hingga 19.30 WIB ini menjadi ruang dialog mengenai keamanan dan ketertiban masyarakat, di tengah dinamika sosial Yogyakarta yang terus bergerak.
Dalam pertemuan tersebut, Dirbinmas Polda DIY, Tri Panungko, hadir mewakili Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono yang mendampingi Kapolri dalam agenda mendadak.
Meski demikian, menurut panitia, Kapolda DIY sangat mendukung forum ini dan berharap koordinasi gereja–kepolisian terus diperkuat.
“Jogja Barometer Kerukunan Indonesia”
Ketua BKSADK DIY, Pdt. Agus Haryanto, menegaskan bahwa komunikasi antara gereja dan kepolisian penting untuk mempertahankan citra Yogyakarta sebagai provinsi yang rukun. Beliau mengingatkan pengalaman beberapa waktu lalu ketika situasi sosial sempat memanas akibat demonstrasi besar.
“Kalau Jogja terguncang, daerah lain ikut merasakan,” ujarnya. Karena itu, ia menekankan pentingnya pemahaman bersama mengenai arah kebijakan keamanan.
Pdt. Agus juga menyoroti eratnya hubungan komunitas Kristen dan Katolik di DIY. Berbagai agenda bersama, termasuk Pekan Doa Sedunia pada 21 Januari 2026 di Gereja Katolik Baciro, menjadi bukti nyata kekompakan lintas denominasi.
Dalam kesempatan tersebut, Tri Panungko kembali menegaskan bahwa ketenangan Yogyakarta merupakan “investasi besar” bagi seluruh masyarakat. Ia mengajak pemuka gereja untuk aktif mengingatkan jemaat agar menjauhi aktivitas yang dapat memicu gangguan ketertiban.
Menjelang masa Natal dan Tahun Baru, yang selalu diikuti lonjakan wisatawan, gereja diminta untuk menjaga kesederhanaan perayaan serta meningkatkan kewaspadaan internal.
“Kita perlu turun ke masyarakat, hadir bersama mereka, bukan hanya fokus pada agenda ibadah formal,” ujarnya.
Doa untuk Yogyakarta
Acara ditutup dengan doa bersama untuk keamanan DIY dan kesabaran dalam melayani masyarakat. Para pemuka gereja sepakat memperkuat komunikasi lintas denominasi serta menjaga hubungan yang sehat dengan aparat keamanan.
Komitmen bersama ini lahir dari harapan yang sama, agar Yogyakarta tetap menjadi rumah yang rukun, damai, dan aman bagi seluruh umat, khususnya memasuki sukacita Natal dan pergantian tahun.