Lentera Takjub, Yogyakarta — Setiap orang memiliki kesempatan untuk bangkit dan memulai kehidupan yang lebih baik. Semangat inilah yang terus dibawa oleh Penyuluh Agama Kristen Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta melalui pelayanan pendampingan pastoral bagi para penghuni Balai Rehabilitasi Sosial Bina Karya dan Laras.
Melalui kegiatan pembinaan keagamaan yang berlangsung pada Senin (13/7/2026), para penyuluh hadir memberikan penguatan rohani, motivasi, serta dukungan moral bagi warga binaan agar mereka memiliki harapan dan keyakinan untuk menjalani masa depan dengan lebih baik.
Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Tri Didik Wibowo Adi, S.PAK., menyampaikan bahwa pendampingan pastoral bukan sekadar kegiatan satu kali, melainkan proses yang perlu dilakukan secara berkelanjutan.
Menurutnya, pemulihan seseorang tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik, tetapi juga menyangkut aspek mental dan spiritual. Karena itu, pendampingan diperlukan agar warga binaan dapat kembali menemukan kepercayaan diri, memperbaiki pola pikir, serta mempersiapkan diri untuk kembali hidup di tengah keluarga dan masyarakat.
“Pendampingan pastoral perlu dilakukan terus-menerus seiring perjalanan waktu agar mereka dapat kembali hidup normal di tengah keluarga dan masyarakat. Yang tidak kalah penting, mereka mampu hidup mandiri tanpa ketergantungan kepada orang lain,” ujar Didik.
Dalam kesempatan tersebut, Didik juga menyampaikan pesan penguatan iman melalui firman Tuhan tentang penyertaan Allah yang memberikan kekuatan bagi setiap orang untuk mengalami pembaruan hidup.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa masa lalu tidak menentukan seluruh perjalanan seseorang. Setiap pribadi tetap memiliki kesempatan untuk berubah, bertumbuh, dan menjalani kehidupan yang baru dengan pertolongan Tuhan.
Melalui pelayanan yang dilakukan secara konsisten, Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kota Yogyakarta berharap para penghuni Balai Rehabilitasi Sosial Bina Karya dan Laras semakin memiliki optimisme, semangat hidup, serta kesiapan untuk kembali berperan aktif di tengah masyarakat.
Pendampingan ini menjadi wujud nyata bahwa pelayanan rohani tidak hanya hadir di ruang-ruang ibadah, tetapi juga menjangkau mereka yang sedang membutuhkan penguatan, penerimaan, dan harapan untuk memulai kembali kehidupan yang lebih baik.