Merayakan Paskah: Sebuah Kemenangan Iman

Lentera Takjub – Pagi masih gelap ketika perempuan-perempuan itu berjalan ke makam, membawa rempah, dan juga kesedihan. Mata sembab dan hati yang hancur nampak jelas di diri mereka karena Sang Guru, yang biasa mereka panggil Tuhan, telah wafat disalib tiga hari lalu.

Tapi, apa yang mereka temukan di sana? Bukan tubuh, melainkan batu yang terguling, dan suara lembut berkata, “Dia tidak ada di sini. Dia telah bangkit.” (Lukas 24:6)

Latar dan Makna Paskah

Paskah adalah nadi dari iman Kristen, hari di mana kematian dikalahkan, dan kebangkitan menjadi janji bagi semua yang percaya.

Paskah sendiri berasal dari peristiwa kebangkitan Yesus Kristus, yang terjadi pada hari ketiga setelah penyaliban-Nya (Yohanes 20:1-18). Kisah ini berlangsung di Yerusalem, tempat salib berdiri dan kubur kosong menjadi saksi.

Ini bukan sekadar sejarah, tapi fondasi hidup—bahwa pengorbanan Yesus menebus dosa, dan kebangkitan-Nya membawa hidup yang baru.

Rasul Paulus berkata, “Jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu.” (1 Korintus 15:17) Artinya, Paskah bukan sekadar simbol. Ia adalah inti harapan, bahwa dalam Kristus, hidup tidak berakhir di liang kubur.

Kapan Diperingati?

Paskah diperingati setiap tahun pada hari Minggu, biasanya antara akhir Maret hingga April, tergantung kalender lunar. Tahun 2025, Paskah jatuh pada 20 April. Perayaan ini biasanya diawali dengan refleksi panjang selama pekan sebelumnya, termasuk Kamis Putih dan Jumat Agung.

Apa yang Bisa Kita Lakukan di Hari Paskah?

  • Merenung: Buka hati, renungkan kembali makna pengorbanan dan kebangkitan Kristus.

  • Berdoa: Sampaikan rasa syukur dan harapan, karena tidak ada hidup yang terlalu rusak untuk dipulihkan.
  • Bersyukur: Rayakan dengan sukacita bersama keluarga atau pribadi, bahkan hanya lewat doa sederhana atau roti dan anggur.
  • Berbagi: Bagikan kasih kepada sesama, karena kasih itu telah lebih dulu diberikan kepada kita.

Paskah mengingatkan kita: Tuhan tidak pernah menjauh. Bahkan di kubur tergelap sekalipun, kasih-Nya tetap menyala. Ia bangkit, agar kita pun bisa bangkit—dari dosa, luka, dan ketakutan. Bukan karena kita mampu, tapi karena Dia hidup.

Selamat Paskah. Terang itu tetap menang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!