Lentera Takjub Setelah peristiwa di Bait Allah, Yesus kembali ke Nazareth bersama Maria dan Yusuf. Ia tumbuh dalam kebijaksanaan, semakin dikasihi Allah dan manusia. Namun, Injil tidak banyak mencatat tentang masa mudanya. Hingga suatu hari, pada usia sekitar 30 tahun, Yesus memulai perjalanan pelayanan-Nya, dimulai dengan sebuah peristiwa penting: baptisan di Sungai Yordan.
Suara di Padang Gurun
Di tepian Sungai Yordan, seorang pria dengan jubah kasar dari bulu unta tengah berkhotbah. Suaranya lantang, menyerukan pertobatan. Ia adalah Yohanes Pembaptis, seorang nabi yang hidup dalam kesederhanaan, memakan belalang dan madu liar.
“Bertobatlah! Kerajaan Surga sudah dekat!” serunya kepada orang-orang yang berbondong-bondong datang.
Mereka yang hatinya tersentuh turun ke sungai, dibaptis sebagai tanda pertobatan. Air membasuh mereka, membawa harapan akan kehidupan yang baru.
Di antara orang banyak yang datang hari itu, seorang pria berjalan perlahan menuju sungai. Wajah-Nya lembut, penuh ketenangan. Yohanes melihat-Nya dan seketika hatinya bergetar.
“Engkaulah yang seharusnya membaptisku, mengapa Engkau datang kepadaku?” Yohanes berbisik, matanya menatap Yesus dengan penuh hormat.
Yesus tersenyum. “Biarkanlah hal ini terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.”
Yohanes mengangguk, lalu dengan hati-hati menuntun Yesus ke dalam air.
Langit yang Terbuka
Saat Yesus bangkit dari air, sesuatu yang luar biasa terjadi. Langit terbuka, dan Roh Allah turun seperti burung merpati, melayang lembut di atas-Nya.
Lalu terdengar suara dari surga, suara yang menggema ke dalam hati setiap orang yang mendengarnya:
“Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.”
Seketika keheningan menyelimuti sungai. Beberapa orang menatap Yesus dengan takjub, sementara yang lain berlutut, menyadari bahwa mereka baru saja menyaksikan sesuatu yang ilahi.
Yesus menatap ke langit, menyerap setiap kata dari Bapa-Nya. Itu adalah awal dari perjalanan-Nya—perjalanan yang akan mengubah dunia selamanya.
*Cerita ini berdasarkan kisah yang terdapat pada injil Matius 3:13-17, Markus 1:9-11, Lukas 3:21-22, dan Yohanes 1:29-34 dengan tambahan konteks sejarah dan budaya yang relevan.