Harapan Bangsa dalam Nama Kristus: Semangat Baru dari National Conference for World Mission II

Lentera Takjub – Suasana penuh sukacita dan semangat misi terasa dalam National Conference for World Mission II yang digelar Aliansi Lembaga Pengutus Indonesia (ALUSIA).

Acara yang mempertemukan para pemimpin gereja, pelayan misi, dan utusan dari berbagai daerah ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Agama RI.

Direktur Pendidikan Kristen, Suwarsono, hadir mewakili Direktur Jenderal Bimas Kristen, Jeane Marie Tulung, untuk menyampaikan sambutan pembukaan. Dalam pesannya, ia menekankan pentingnya tema konferensi tahun ini, “In His Name the Nation Will Put Their Hope.”

Menurutnya, pesan ini menjadi pengingat bahwa pengharapan sejati bagi dunia hanya dapat ditemukan dalam Yesus Kristus.

“Di tengah guncangan sosial, politik, dan ekonomi global, Injil bukan sekadar kabar keselamatan pribadi, melainkan kekuatan yang mampu mentransformasi masyarakat dan menjawab krisis-krisis zaman,” ujar Suwarsono dengan penuh keyakinan.

Ia juga menyoroti berbagai tantangan bangsa, mulai dari ketimpangan ekonomi, masalah sosial, keterbatasan akses pendidikan, hingga ancaman krisis lingkungan.

Suwarsono menegaskan, Injil Kristus tetap relevan untuk membawa perubahan nyata, mendorong lahirnya wirausaha sosial, gerakan solidaritas, pemerataan pendidikan, dan kepedulian ekologis.

“Ketika bangsa-bangsa kehilangan arah, gereja harus tampil sebagai mercusuar. Ketika dunia kehilangan kompas moral, misi kita adalah menunjukkan jalan Kristus,” tegasnya.

Melalui konferensi ini, ia berharap muncul strategi misi yang segar, kerja sama lintas lembaga, dan pendekatan pelayanan yang sesuai dengan konteks zaman. Suwarsono mengingatkan bahwa pengharapan sejati tidak terletak pada kekuatan politik, ekonomi, atau teknologi, tetapi hanya pada Yesus, Sang Raja Damai.

Menutup sambutannya, ia mengajak seluruh peserta untuk bersatu dalam doa dan tindakan nyata. “Biarlah konferensi ini menjadi momentum lahirnya gerakan misi yang relevan, berdampak, dan membawa pengharapan bagi dunia,” pungkasnya.

Acara ini diharapkan menjadi titik tolak bagi lahirnya langkah-langkah baru yang menguatkan pelayanan misi di Indonesia, sekaligus menjadi jawaban bagi pergumulan bangsa dan dunia yang haus akan damai sejahtera Kristus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!