Hadiri Grand Opening New Identity Church, Dirjen Bimas Kristen Dorong Gereja Jadi Motor Kerukunan Umat Beragama.

Lentera Takjub, Bekasi – Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama, Jeane Marie Tulung menekankan pentingnya peran gereja sebagai pusat pertumbuhan rohani sekaligus motor penggerak transformasi sosial dan kerukunan umat beragama.

Hal ini disampaikan dalam sambutannya pada acara Grand Opening New Identity Church di Bekasi, Minggu (17/08/2025). Dirjen Jeane menegaskan agar gereja tidak dilihat sekadar sebagai bangunan fisik, melainkan sebagai “tubuh Kristus yang hidup, bertumbuh, dan menjadi terang di tengah dunia.”

Mengutip 2 Korintus 5:17, beliau mengingatkan bahwa setiap orang yang berada dalam Kristus adalah ciptaan baru yang dipanggil untuk menghidupi identitas tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Dirjen juga menyoroti tantangan kehidupan beragama saat ini, seperti globalisasi, misinformasi, dan polarisasi masyarakat. Ia menekankan bahwa gereja harus hadir sebagai wadah pelayanan kasih dan pembawa damai sejahtera bagi lingkungan sekitar.

Lebih lanjut, Dirjen Jeane mengajak gereja-gereja untuk mendukung program prioritas Kementerian Agama, yaitu:

  • Kurikulum Cinta – Menanamkan nilai kasih tanpa diskriminasi, membangun jembatan di atas perbedaan.
  • Layanan Keagamaan yang Berdampak – Pelayanan yang mengubah hidup dan memberikan pengalaman kasih Tuhan secara nyata.
  • Pemberdayaan Umat – Membekali jemaat dengan pengetahuan, keterampilan, dan integritas agar mandiri dan berkontribusi positif bagi bangsa.
  • Ekoteologi – Mengintegrasikan kepedulian terhadap lingkungan dalam pengajaran dan aksi nyata gereja.

Menutup sambutannya, Dirjen berpesan agar New Identity Church Bekasi menjadi contoh gereja yang aktif membangun dialog dan kerja sama lintas iman, serta fokus tidak hanya pada pertumbuhan internal, tetapi juga pada dampak positif bagi masyarakat.

“Saya percaya, dengan komitmen yang kuat dan pelayanan yang tulus, New Identity Church Bekasi akan menjadi salah satu contoh gereja yang memberi dampak besar bagi masyarakat dan memuliakan nama Tuhan,” tutup Dirjen.

Acara ini turut dihadiri Kasubdit Pendidikan Menengah, Santi Y. Kalangi, Ps. Daniel Susanto, pengurus gereja, dan seluruh jemaat.

Sekilas Tentang New Identity Church

New Identity Church (awalnya bernama International Tiberias Church), didirikan oleh Pastors Diki dan Yohana Henny Ngantung di Ontario, California, pada 29 Juni 2003.

Gereja ini resmi menjadi affiliated church Assemblies of God – USA pada 2006, di mana Pastor Diki menerima gelar Ordained Minister dari Assemblies of God dan Wisdom Ministry Oklahoma.

Selama bertahun-tahun, gereja melakukan berbagai pelayanan, termasuk program pemberian makan bagi orang miskin dan tunawisma, bekerja sama dengan Food Bank America (Second Harvest).

Pada 1 Juli 2016, gereja resmi berganti nama menjadi New Identity Church, terdaftar sebagai federal Nonprofit Organization 501(c)(3) hingga saat ini, dan terus mengembangkan visi pelayanannya di masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!