Maluku Teguhkan Kerukunan! Pengamanan Nataru 2025/2026 Libatkan Ormas Islam–Kristen

Lentera Takjub – Polda Maluku memastikan bahwa perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 akan berlangsung aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan.

Dalam upaya menjaga suasana damai tersebut, Polri kembali melibatkan organisasi masyarakat Islam dan Kristen melalui skema Pengamanan Swakarsa (Pam Swakarsa), sebuah pola kolaborasi lintas iman yang telah lama mengakar di bumi Maluku.

Direktur Binmas Polda Maluku, Kombes Pol Hujra Soumena, menegaskan bahwa kebersamaan lintas agama bukan sekadar simbol, tetapi fondasi penting dalam menjaga harmoni hidup masyarakat.

“Keberadaan kita di sini membuktikan bahwa perbedaan keyakinan tidak membuat kita berjauhan. Justru menjadi jembatan untuk saling menopang dan hidup rukun,” ujarnya dalam Rakor Pam Swakarsa di Ambon, seperti dikutip dari Antara Maluku.

Rapat koordinasi yang digelar Dit Binmas itu dihadiri berbagai elemen strategis, mulai dari pimpinan wilayah, raja-raja negeri, lurah dan kepala desa, hingga Ormas pemuda lintas agama se-Kota Ambon.

Seluruh pihak menunjukkan komitmen kuat untuk menjaga keamanan Nataru melalui sinergi dan partisipasi bersama.

Strategi Pengamanan yang Inklusif

Dalam Rakor tersebut, Dit Binmas memaparkan sejumlah langkah pengamanan yang menekankan semangat toleransi, antara lain:

Pengamanan Lintas Iman
Umat Islam kembali mengambil bagian dalam pengamanan gereja saat misa Natal, sebagai wujud solidaritas dan tradisi kerukunan yang sudah menjadi ciri khas Maluku.

Apel Kesiapan Bersama
Apel Pam Swakarsa akan digelar pada 2 Desember 2025 dengan melibatkan Ormas Kristen dan Islam sebagai pernyataan kesiapan komunal menjaga keamanan Nataru 2025/2026.

Pencegahan Kejahatan
Tim Pam Swakarsa akan difokuskan pada pencegahan tindak kekerasan serta kasus asusila yang cenderung meningkat menjelang akhir tahun, demi memberi perlindungan maksimal kepada masyarakat, terutama kelompok rentan.

Kolaborasi Lintas Iman

Selain pengamanan, Dit Binmas turut menyoroti peran sosial Polri, termasuk dukungan terhadap pelaksanaan pasar murah untuk membantu meringankan beban ekonomi masyarakat menjelang perayaan akhir tahun.

Rakor juga menghadirkan sesi curah pendapat bersama para raja dan tokoh masyarakat dari berbagai wilayah. Forum ini menjadi ruang untuk menyampaikan kebutuhan pengamanan masing-masing daerah serta memperkuat kemitraan antara Polri dan masyarakat.

Pendekatan yang melibatkan banyak suara ini menjadi kunci bagi Polda Maluku dalam merumuskan strategi pengamanan yang tidak hanya efektif, tetapi juga sesuai realitas lapangan.

Polda Maluku berharap, kolaborasi lintas iman yang diwujudkan dalam Pam Swakarsa tahun ini dapat menjadi teladan harmonisasi di Indonesia.

Pengamanan Nataru 2025/2026 bukan hanya soal menjaga situasi tetap kondusif, melainkan memperlihatkan bagaimana kerukunan dapat tumbuh kuat ketika masyarakat memilih saling menjaga.

Dengan semangat Basudara, Maluku kembali menegaskan bahwa keamanan adalah tanggung jawab bersama. 

Karena pada akhirnya, sebuah keberagaman, ketika dirawat dengan cinta dan kebijaksanaan, selalu menghadirkan damai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!