Penjala Manusia: Saat Yesus Memanggil di Tepi Danau Galilea

Lentera Takjub – Fajar baru menyentuh langit Galilea. Kabut tipis menggantung di atas air, memeluk perahu-perahu kayu yang berderak perlahan. Para nelayan menyusun jala mereka yang kosong. Hasil tangkapan malam itu mengecewakan. Tak ada ikan, hanya lelah yang mereka bawa pulang.

Di antara mereka, ada seorang bernama Simon, yang akan dikenal dunia sebagai Petrus. Ia tidak tahu bahwa pagi itu akan menjadi awal dari sesuatu yang mengguncang hidupnya (dan kehidupan seluruh umat manusia).

Di tepi danau itu, seorang Pria berdiri. Tenang. Tatapan-Nya dalam, suara-Nya lembut tapi penuh kuasa.

“Simon, majulah ke perairan yang dalam dan tebarkanlah jalamu.”

Simon menghela napas. Ia seorang nelayan, tahu betul kapan waktu terbaik untuk menangkap ikan. Tapi ada sesuatu dari Pria ini… sesuatu yang membuatnya taat, meski logikanya ragu.

Mereka menebarkan jala. Dan ketika ditarik kembali… ikan begitu banyaknya, sampai jala mereka hampir koyak. Perahu mereka nyaris tenggelam karena penuhnya tangkapan.

Simon bersujud. “Tuhan, pergilah dari padaku. Aku ini orang berdosa.”

Tapi Yesus tidak pergi. Sebaliknya, Ia berkata: “Jangan takut. Mulai sekarang engkau akan menjadi penjala manusia.” (Lukas 5:10)

Dan di momen itulah, Simon dan saudaranya Andreas, serta Yakobus dan Yohanes, meninggalkan jala, perahu, dan keluarga mereka, dan mengikuti-Nya.

Ini bukan soal mukjizat ikan. Tapi suatu daya tarik surgawi, suara yang memanggil dari tempat terdalam jiwa mereka, sebuah undangan untuk ikut dalam misi ilahi yang akan mengubah sejarah dunia.

Yesus tidak memilih para imam, penguasa, atau cendekiawan. Ia memilih nelayan. Bukan karena kepandaian mereka, tapi karena kesediaan mereka untuk percaya.

Pesan bagi kita hari ini

Kadang kita merasa tak layak. Kita berpikir, “Aku ini hanya orang biasa,” atau “Aku terlalu berdosa.” Tapi justru kepada orang-orang seperti itulah Yesus berkata: “Ikutlah Aku.”

Ia tidak butuh kita sempurna. Ia butuh kita bersedia.

Danau Galilea terletak di bagian utara Israel. Juga disebut Laut Tiberias atau Kinneret, dan menjadi tempat banyak mukjizat Yesus. Mulai dari berjalan di atas air, meredakan badai, hingga memberi makan lima ribu orang.

Sumber Kisah: Lukas 5:1–11, Matius 4:18–22, Markus 1:16–20, Yohanes 1:35–51
error: Content is protected !!